Kenapa minus dikali minus hasilnya plus? Al Qur’an Punya Jawabannya

November 4, 2013 by vitha iezha

 

Mathematic-Plus-minus-icon

Mengapa plus dikali plus hasilnya plus&juga kalau minus dikali plus atau sebaliknya plus dikali minus hasilnya minus? Anehnya pula, kenapa minus dikali minus hasilnya plus ?

Hikmahnya adalah:
» Mengatakan/menyatakan”Benar”terhadap hal-hal yang”Benar”adalah suatu tindakan yang”Benar”ataubahasa matematikanya seperti ini”+ x + = +”

» Mengatakan/menyatakan”Benar”terhadap sesuatu yang”Salah”adalah suatu tindakan yang”Salah”ataudgn kata lain”+ x – = -”

» Mengatakan/menyatakan”Salah”terhadap sesuatu yang”Benar”adalah suatu tindakan yang”Salah”ataupenulisan logika matematikanya seperti ini”- x + = -”

» Terakhir, mengatakan/menyatakan”Salah”terhadap sesuatu yang”Salah”adalah suatu tindakan yang”Benar”atau”- x – = +”

Semua rumus matematika diatas merupakan. Ketetapan Allah&terangkumdalam kalimat:”Qullilhaqqo wa in kaana murron”(Katakanyang sebenarnya walau itu pahit rasanya).
Barakallah fiikum…

Teh Vs Kopi, Mana yang Lebih Baik?

May 20, 2013 by vitha iezha

Teh-VS-Kopi-Mana-yang-Lebih-Baik

 

Minuman mana yang wajib Anda minum setiap hari, teh atau kopi? Mana yang lebih baik manfaatnya? Yuk, kita bahas tuntas di sini!

Umumnya orang sering mengasosiasikan minum teh sebagai minuman untuk menambah tenaga sehingga wajib diminum sebelum beraktivitas, padahal energi tersebut diperoleh dari kalori gula yang ditambahkan pada teh.
Bahkan teh juga sering diminum dengan alasan untuk mencegah sakit mencret atau diare. Sebenarnya apa saja manfaat minum teh?

 

Manfaat Kesehatan Mengonsumsi Teh
Teh berasal dari tanaman Camellia sinensis yang diproses dengan cara tertentu untuk menghasilkan berbagai jenis teh. Tak hanya kopi, teh juga mengandung zat kafein. Bahkan dalam jumlah berat yang sama, daun teh kering mengandung lebih banyak kafein daripada kopi.

Namun jumlah teh kering yang dibuat menjadi minuman lebih sedikit dibandingkan kopi, sehingga menyebabkan minuman kopi mengandung lebih banyak kafein. Hampir semua jenis teh mengandung antioksidan bernama catechin namun jumlah terbanyak terdapat dalam teh hijau dan teh putih.

Teh juga mengandung sedikit zat theobromine dan theophylline yang memiliki sifat hampir sama seperti kafein.

Beragam penelitian ilmiah dengan menggunakan teh dan ekstrak teh baik pada hewan maupun manusia menunjukkan manfaat yang positif. Beberapa manfaat konsumsi teh diantaranya adalah :

  • Menurunkan level kolesterol jahat (LDL) dan jumlah kolesterol secara keseluruhan sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Mencegah dan menurunkan risiko penyakit kanker payudara terutama teh hijau.
  • Menurunkan risiko kanker liver dan usus karena kandungan catechin terutama dalam teh hijau.
  • Membunuh atau menonaktifkan beberapa jenis virus misalnya virus penyakit Herpes dan virus T1.
  • Menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson.
  • Mencegah pembekuan darah.
  • Mencegah peradangan dan alergi musiman.

 

Jenis Teh Terbaik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hijau mengandung lebih banyak zat antioksidan. Namun jika Anda tidak cocok dengan rasanya, memilih minum teh hitam pun Anda akan tetap mendapat asupan antioksidan yang tinggi.

Decaffeinated tea (teh bebas kafein) mengandung zat antioksidan (flavonoid) yang lebih rendah. Sementara herbal tea (teh herbal) berisi berbagai macam bahan campuran selain teh seperti akar tanaman, bunga, rempah-rempah, jamu, dan bumbu. Bahkan kadang herbal tea tidak mengandung daun teh sama sekali.

Salah satu cara membuat teh yang terbaik adalah dengan mencampurkan teh dalam air mendidih selama 3-5 menit saja. Sesudah itu kantung teh harus diambil. Jika lebih lama dari 5 menit maka akan menyebabkan rasa teh menjadi lebih pekat.

Jika memakai teh tubruk, dianjurkan membuat teh dalam poci yang memiliki wadah teh tubruk terpisah sehingga daun teh bisa segera dibuang jika sudah mencapai lima menit. Jika memilih teh dalam kemasan, pastikan mewaspadai kandungan gulanya yang tinggi.

 

Bagi Penggemar Kopi
Kopi berasal dari tanaman Coffea yang terdiri dari berbagai macam jenis. Di Amerika Serikat, kopi menjadi rajanya minuman sesudah air mineral. Mereka mengonsumsinya dalam kuantitas yang tinggi per harinya. Bahkan karena kopi juga mengandung zat-zat antioksidan, para peminum kopi di AS mendapat asupan antioksidan terbanyak dari kopi semata-mata karena kuantitas yang diminum sangat banyak.

Selain quinine dan chlorogenic acid, kopi juga mengandung trigonelline, semacam zat anti bakteri yang berkontribusi pada bau khasnya kopi.

Manfaat Konsumsi Kopi
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kopi mengandung beberapa senyawa antioksidan polifenol seperti flavan-3-ol, hydroxycinnamic acid, flavonol, dan anthocyanidin. Bahkan kopi juga mengandung zat antikarsinogen bernama methylpyridinium yang terbentuk dari trigonelline saat kopi dipanggang.

Kopi juga mengandung lipophilic antioxidant dan chlorogenic acid lactone yang mampu melawan sel-sel tubuh yang mati akibat hidrogen peroksida. Pemrosesan kopi dengan cara espresso menghasilkan antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan cara merebus kopi.

 

Beberapa manfaat kesehatan konsumsi kopi adalah :

  • Mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan Demensia terutama dengan minum 3-5 cangkir kopi per hari.
  • Mengurangi risiko penyakit batu empedu dan kencing batu. Namun manfaat ini tidak didapat dari kopi non kafein.
  • Mengurangi risiko penyakit Parkinson.
  • Meningkatkan kemampuan kognitif terutama bagi para manula.
  • Meningkatkan kemanjuran obat analgesik terutama bagi penderita sakit kepala dan migrain. Bahkan beberapa obat sakit kepala mengandung kafein.
  • Jika dikonsumsi tanpa gula bisa mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2 hingga separuhnya.
  • Mengurangi risiko terjadinya penyakit sirosis hati dan kanker hati.
  • Mencegah konstipasi karena merangsang gerakan peristaltik saluran pencernaan.
  • Mengurangi risiko penyakit asam urat pada pria diatas 40 tahun.

 

Jenis Kopi Terbaik
Seperti halnya teh, kopi adalah baik seperti apa adanya. Campuran minuman kopilah yang perlu Anda waspadai. Kurangi penambahan gula, krim, atau susu berlemak dalam kopi Anda. Kalorinya dan lemaknya yang tinggi hanya akan menambah berat badan Anda.

Kandungan kafein dalam kopi jenis Robusta memang lebih tinggi daripada jenis Arabika, bahkan mencapai dua kali lipat. Namun, apapun jenisnya, Arabika maupun Robusta, kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik.

Jadi, Teh Atau Kopi?
Minumlah keduanya! Nikmatilah 1-2 cangkir kopi di pagi hari lalu seruputlah beberapa gelas teh sepanjang hari.

kisahislami.com

Siapa Bilang ‘Superfood’ Harus Mahal? Ini Buktinya!

May 2, 2013 by vitha iezha

tempe

Superfood adalah setiap jenis makanan yang mengandung nutrisi lengkap. Ada banyak sekali jenis buah-buahan dan sayuran yang termasuk dalam superfood, dan beberapa di antaranya dapat dengan mudah Anda temukan di supermarket ataupun pedagang sayur keliling.

Acai berry memang diakui memiliki tingkat antioksidan dan kandungan mineral yang luar biasa, tetapi tidak mudah untuk menemukannya di pasaran. Jenis rumput laut seperti spirulina adalah salah satu makanan super, tapi beberapa dari Anda mungkin sedikit kesulitan untuk menemukan spirulina yang masih segar.

 

Berikut ini adalah daftar superfood murah yang bisa Anda dapatkan di supermarket, toko buah dan sayur, bahkan pedagang sayur keliling sekitar Anda.

Tempe

Tempe bisa dijadikan alternatif pengganti daging. Sebab, tempe merupakan bahan pangan berprotein nabati yang bernilai tinggi. 100 gram tempe mengandung 18,3 protein, sedangkan 100 gram daging mengandung 18,8 dan 100 gram telur mengandung 12,2 protein. Karena proteinnya yang hampir sama dengan daging, maka tempe bisa dijadikan pilihan tepat sebagai superfood murah meriah.

Wortel

Wortel adalah salah satu sumber vitamin A terbaik yang sangat bermanfaat untuk organ penglihatan. Selain itu, wortel juga merupakan sumber dari beberapa vitamin dan gizi lainnya, yaitu vitamin K, vitamin C, serat, kalium, mangan, dan vitamin B6. Vitamin C dan A merupakan sumber antioksidan penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

Strawberry

Sebenarnya semua jenis berry telah memiliki kemampuan yang baik sebagai antioksidan, tetapi jenis berry lainnya agak sulit untuk ditemukan di pasaran di Indonesia. Strawberry kaya akan vitamin A, C, dan K serta mengandung mineral penting seperti folat, kolin, serat, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium.

Bayam

Kandungan gizi dari superfood berwarna hijau tua ini telah diakui sebagai salah satu yang terbaik. Bayam merupakan “gudang” zat-zat penting yang berguna bagi tubuh, seperti: mangan, folat, magnesium, besi, kalsium, kalium, dan tryptophan. Bayam juga mengandung vitamin A, K, C, dan B2. Warna hijau tua dari bayam memiliki keistimewaan karena mengandung antioksidan yang sangat khas.

Jamur

Jamur adalah ciptaan alam yang paling unik karena mereka bukanlah tanaman sungguhan yang bahkan tidak memiliki akar. Jamur adalah anggota dari keluarga fungi. Anda tidak perlu meragukan kehebatan jamur karena semua jenis jamur mengandung kandungan gizi yang tinggi seperti selenium, vitamin B kompleks, tryptophan, tembaga, dan kalium bersamaan dengan fitonutrien. Jamur memiliki kekuatan antioksidan hebat untuk membersihkan tubuh dari radikal bebas berbahaya.

Ubi Jalar

Jenis umbi-umbian yang satu ini memang termasuk makanan yang sangat bergizi. Warna oranye di dalamnya mengandung beta-karoten yang berguna untuk pengolahan vitamin A dalam tubuh. Ubi jalar juga merupakan sumber vitamin C, kolin, dan serat, serta memiliki kandungan protein-antioksidan yang sangat berkualitas tinggi. Ubi jalar sangat mudah untuk diolah sebagai menu makanan yang bergizi, salah satunya bisa direbus maupun digoreng. (dan)

Mari Sehat dan Bugar dengan Shalat

April 22, 2013 by vitha iezha

sholat

Penelitian membuktikan gerakan shalat sesuai contoh Rasulullah saw dan tumaninah bermanfaat bagi kesehatan. Bahkan, kita memperoleh manfaat serupa meski sekadar melafalkan kata ‘Allahu Akbar’. Subhanallah!

Menurut penulis buku Shalatku Sehatku, dr Surahman Sjah Samsudin, gerakan shalat yang benar berdampak pada kekhusyukan dan membuat tubuh sehat plus bugar. “Sehat ketika tubuh dalam keadaan diam dan bugar saat tubuh dalam keadaan aktif,” kata anggota seksi kerohanian Islam Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Bogor ini.
Nah, syarat bugar dilihat dari gerakannya. Di antaranya meningkatkan kekuatan jantung, paru-paru, daya tahan otot, serta kelenturan otot dan persendian. Percaya atau tidak, semua gerakan shalat itu mampu meningkatkan faktor-faktor tadi. Berikut penjelasan dokter Surahman:

Tegak
Berdiri tegak dengan kaki sejajar bahu dengan kepala lurus agak menunduk menandakan posisi tubuh stabil dan rileks. Sikap tubuh ini bermanfaat memelihara sumsum tulang belakang dan mempermudah pergerakan shalat. Sebab, tekanan ruas atas dan bawah seimbang.

Takbir
Tarikan tangan ke belakang membuat otot bagian bahu dan punggung bagian atas meregang menarik paru-paru. Sehingga, oksigen masuk ke dalam tubuh. Gerakan berulang dan berkelanjutan itu dapat meningkatkan daya tahan, kekuatan, kelenturan otot dan persendian.
Saat menarik tangan ke belakang, tahan sesaat. Lalu mengucap Allahuakbar. Ucapkan ‘Al..’ sambil menekan lidah lalu geser ke atas mengucap “..Lahuakbar”. Pelafalan ini berpengaruh bagi kesehatan jiwa.

Meletakkan kedua tangan di dada
Kedua tangan lurus di atas dada membentuk sudut 60 derajat, membuat paru-paru dan otot kembali rileks.

Rukuk
Saat posisi tubuh ditekuk 90 derajat terjadi peregangan otot di daerah punggung dan penegak batang badan. Sehingga, keduanya menjadi lentur. Posisi ini terbukti ampuh mencegah nyeri punggung bagian bawah dan hernia.
Tekukan lurus pada kaki menguatkan persendian dan kestabilan lutut serta mencegah cedera ligamen. Sementara, tulang punggung yang diregangkan sampai lurus dapat mencegah kebungkukan.

I’tidal
Bangun dari rukuk dan mengangkat kedua tangan dapat memperkuat jantung. Sebab, ketika rukuk, semua otot menegang lalu mendorong aliran pembuluh darah naik ke jantung. Pada saat bersamaan, terjadi penekanan otot perut sehingga tubuh banyak mengeluarkan CO2.
Saat i’tidal, rongga dada terbuka dan menghirup oksigen. Sementara darah yang sudah menumpuk di atas saat rukuk, masuk ke dalam jantung. Gerakan ini mempercepat pengembalian darah ke jantung. Akibatnya jantung memompa cepat, paru-paru makin kuat, otot jadi lentur.

Sujud
Telapak tangan lebih dulu menyentuh tanah mencegah kerusakan tulang rawan dan sendi lutut. Saat kening sebagai titik tumpu menyentuh tanah, tulang punggung lurus mencegah tubuh dari kebungkukan dan mencegah terjadinya gangguan wasir.
Saat sujud, aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Selain itu, darah turun ke kepala sehingga banyak oksigen mengalir ke otak. Alhasil, sujud secara berkelanjutan berdampak memacu kecerdasan.
Nah, jika posisi ini bertahan lebih dari satu menit, tubuh mengeluarkan zat nitrik oksida. Zat ini dapat melebarkan pembuluh darah dan melawan peningkatan kadar zat adrenalin yang berefek menyempitkan pembuluh darah. Gerakan yang berulang menambah elastisitas pembuluh darah otak. Alhasil, ketika terjadi penekanan dalam otak, pembuluh darah tidak mudah pecah dan kita terhindar dari stroke.

Duduk di antara dua sujud
Posisi paha menempel pada betis ini merangsang pengeluaran zat keringat dan mencegah osteoporosis.

Tasyahud Akhir
Menekuk jari-jari kaki sebelah kanan dan telapak kaki tegak menguatkan otot telapak dan kelengkukan kaki. Saat tasyahud awal dan akhir terjadi penekukan maksimal. Posisi ini sebenarnya mengakibatkan aliran darah terhenti dan pembusukan jaringan kaki. Namun, karena gerakannya bertahap, tubuh jadi terlatih membentuk sistem kolateral. Sehingga, pembuluh darah menjadi lebih elastis. Bahkan, dapat mencegah terjadinya sumbatan pada arteri, vena dan komplikasi penyakit diabetes akibat gangguan pembuluh darah.

Salam
Mengucap salam lalu menolehkan kepala membuat otot leher rileks dan mengurangi sakit kepala. Jalur padat cairan getah bening ada di leher bagian kiri. Itu sebabnya, kita lebih dulu menoleh kepala ke kanan. Tujuannya, memijat leher bagian kiri dan membuat otot meregang. Getah bening yang berfungsi menyaring dan memakan kuman penyakit dalam darah pun mengalir lancar.
Ternyata, tak perlu repot untuk mendapatkan tubuh yang bugar dan sehat. Shalat dengan gerakan yang benar adalah jawabannya.

Tahukah Anda?
Shalat mencegah kepikunan karena gerakannya meningkatkan brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Yakni, sejenis protein yang berfungsi menguatkan neuron. Otak yang mengandung banyak BDNF mampu menampung lebih banyak informasi.
Lakukan dengan tenang untuk mendapatkan hasil optimal. Jika tergesa-gesa akan memperberat kerja jantung dan paru-paru.
Peregangan otot perut saat sujud dan rukuk memperlancar sistem pencernaan. Sebab, organ pencernaan dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian.
Gerakannya digunakan dokter sebagai bagian dari fisioterapi

kisahislami.com

Inspirasi pagi di Jumat Al mubarok jilid II

April 5, 2013 by vitha iezha

KENIKMATAN DUNIA IBARAT SEBELAH SAYAP NYAMUK

 

nyamukDunia memang telah Allah ciptakan sebagai tempat hidup dan perhiasan yang indah bagi anak Adam. Siapapun bisa terpikat dengan keindahan dunia dan seisinya. FirmanNya:

“Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak,”(QS. al-Hadid: 20).
Allah memang benar, banyak di antara kita yang demikian terpesona lalu terjebak pada pola hidup yang demikian mendahulukan dunia. Ada yang sibuk bekerja dari pagi hingga malam hari, ada yang lupa dengan sanak famili karena kesibukan mencari harta, ada pula yang hingga bermusuhan dengan sesama karena memperebutkan dunia, bahkan ada yang mau menggadaikan harga diri dan agama untuk mendapatkan dunia. Semuanya terjadi karena sudah begitu terpesona dengan kehidupan dunia yang memikat ini. Tempat tinggal yang megah, anak-anak dan istri yang cantik dan rupawan, status sosial, pakaian yang bagus, dsb. Tidak heran bila ada yang mengatakan bahwa hidup ini cuma sekali puaskanlah diri.

Namun demikian dalam ayat di atas Allah pun mengingatkan kita semua bahwa dunia ini adalah permainan yang menipu. Allah mengumpamakannya seperti tanaman di ladang yang mengagumkan para petani akan tetapi kemudian akan menguning dan hancur. Allah pun mensifati dunia sebagai kesenangan yang menipu. FirmanNya:
“Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”(QS. al-Hadid:

20).

Nabi saw. juga menyampaikan pandangan Allah SWT. tentang bobot dunia dan seisinya. Beliau katakan bahwa di hadapan Allah kenikmatan dunia ini hanya setara dengan sebelah sayap nyamuk. Sabdanya:
“Seandainya dunia ini di sisi Allah punya nilai setara dengan sebelah sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum seorang kafir seteguk air pun.” (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 940)

Nyamuk adalah binatang kotor dan tidak berharga. Tidak akan ada yang mau membelinya, apalagi hanya sebelah sayapnya. Subhanallah! Demikianlah cara Nabi saw. mengingatkan kita akan hakikat kehidupan, agar kita kita tidak terjebak dalam kemilaunya. Kita menyangka dunia ini indah padahal hanya bernilai rendah.

Simpanlah dunia sebagai sarana hidup dan sarana beribadah kepada Allah. Bukan justru memalingkan kita dariNya. Rasul mengingatkan kita dalam sabdanya, “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HR. Al Bukhari no. 6053). Kenikmatan dan karunia Allah jauh lebih besar bahkan abadi kelak di akhirat ketimbang harga sebelah sayap nyamuk. Terlalu bodoh bila kita mengorbankan kenikmatan yang jauh lebih berkualitas dan banyak hanya untuk ditukar dengan sebelah sayap nyamuk. Terlalu dangkal jika kita berpikir kebahagiaan hidup hanya ada di dunia dan melupakan akhirat. Sungguh terlalu!

PENTING!! HATI-HATI DENGAN WEBCAM LAPTOP ANDA

April 5, 2013 by vitha iezha

webCamJangan kaget tiba-tiba seseorang memiliki foto anda  tersebar di HP atau Internet, atau anda diperas pemilik foto atau video  anda?, Inilah kecanggihan baru hecker melalu webcam pada laptop computer anda

Ahli komputer Jim Stickley dari TraceSecurity, memperingatkan kepada kita bagaimana mudahnya dari ribuan mil jauhnya seseorang bisa menyalakan laptop dan menyalakan webcam, lalu melihat gadis-gadis remaja di kamar tidur dan gerak-gerik privasi dalam keluarga lainnya. “Butuh waktu sekitar tiga menit” untuk hack ke dalam sistem mereka. Itulah yang dilakukan seseorang webcam predators atau predator webcam. Seperti yang dilakukan Luis Mijangos. Jaksa menuntut hukuman 6 tahun penjara, telah memata-matai lebih dari 200 perempuan melalui webcam mereka, bahkan memeras beberapa dari mereka. “Orang-orang yang menjadi korban umumnya tidak tahu bahwa mereka adalah korban, Dan tiba-tiba, seseorang memiliki foto telanjang dari Anda Atau sesuatu yang lain?” Tiba-tiba beredar melalui Internet,”

Melalui percobaan pada keluarga Siegel dari New Jersey. Dengan izin ayah Robert, kami punya hack ahli kami ke dalam komputer mereka. Dengan cara mengirim e-card berisi virus komputer. “Mereka klik link kecil di kartu, juga disusupi Trojan pada komputer.” Tanpa disadari mereka dimata-matai melalui webcam komputer mereka. Kata Jim Stickley

“Kami benar-benar direkam makan malam keluarga Anda, tidak ada seorang pun di rumah Anda kecuali kalian. Ini benar-benar menakutkan,” kata Corinne. “Ini benar-benar menakutkan …. gadis-gadis saya berada di kamar tidur mereka sepanjang waktu Aku takut untuk mereka..”

Cara agar tidak direkam melalu laptop anda sendiri,
1. Tinggalkan laptop Anda tertutup ketika Anda tidak menggunakannya. Anda juga dapat menempatkan sepotong pita di lensa webcam.
2. Jangan membuka email dari orang yang tidak dikenal, termasuk mengklik posting Facebook yang mengatakan seperti “Watch this incredible video!” (lihat video yang luar biasa ini!” Link tersebut random, hacker bisa mendapatkan akses.

FBI mengatakan tidak mungkin untuk mengetahui seberapa sering hacker memata-matai korban yang tidak bersalah. Namun perlu diingat: satu orang, seperti Luis Mijangos, seringkali memiliki ratusan wanita dia menonton setiap saat.

kisahislami.com

TIPS SEHAT 3 X 0,5 MENIT YANG SANGAT PENTING

January 28, 2013 by vitha iezha

 

morning-wake

Para ahli kesehatan sering berpesan?

Setiap orang harus memperhatikan 3 x Setengah-menit. Kenapa demikian ?

“3 x Setengah-menit ” adalah sesuatu yang sangat singkat?tetapi akan banyak mengurangi angka kematian secara tiba2! Kenapa demikian ?.

Sering kali terjadi seseorang siang nya masih sehat walafiat, tetapi malam nya tiba2 ada kabar dia meninggal. Tidak jarang kita mendengar cerita orang, kemarin saya masih ngobrol dengan dia, kenapa tiba2 dia meninggal ?

Penyebabnya bisa salah satunya adalah ketika bangun malam untuk kekamar mandi sering dilakukan secara terlalu cepat.

Begitu langsung berdiri, otak kekurangan darah?Mengapa perlu “3x Setengah Menit”?

Karena pola ECG (Electro Cardiogram) seseorang akan normal pada siang hari, tetapi ketika bangun tengah malam untuk melaksanakan hajat misalnya dan dia langsung bangun dengan tiba2, gambar ECG itu dapat berubah ? Kenapa demikian ?

Karena dengan tiba2 bangun, otak akan menjadi anaemic, dan mengalami gagal jantung karena kekurangan darah.

Dianjurkan oleh para ahli untuk menjalankah “3 kali Setengah-menit”, yakni:

1. Bila terbangun jangan langsung turun dari tempat tidur, tetapi berbaringlah selama setengah menit;

2. Duduk ditempat tidur selama setengah menit;

3. Turunkan kaki, duduk ditepi ranjang selama setengah menit ?

Selewat 3x Setengah-menit yang dilakukan tanpa harus membayar sesen pun tsb, otak tidak akan anaemic, dan jantung tidak akan mengalami kegagalan, mengurangi kemungkinan jatuh dan meninggal ketika bangun tengah malam seperti yang sering kita dengar.

 

Semoga Bermanfaat

(kisahislami.com)

inspirasi pagi di Jumat Al Mubarok

January 11, 2013 by vitha iezha

HIDUP DI DUNIA LAKSANA AZAN DAN IQOMAT

perahu
“Hidup kita didunia ini singkat Nak Mas, bahkan sangat singkat Nak Mas, hidup kita didunia ini tidak lebih dari ‘waktu adzan hingga menunggu waktu shalat tiba’…..” Kata Ki Bijak dalam suatu kesempatan.“Waktu hidup kita didunia tidak lebih dari waktu adzan hingga menunggu waktu shalat tiba ki…?” Tanya Maula belum paham.

“Ya Nak Mas…, orang-orang tua kita dulu, dengan sangat cerdik menggambarkan singkatnya perjalanan seorang anak manusia didunia ini, dengan sebuah symbol, yaitu dengan mengadzani bayi ketika baru lahir…….” Kata Ki Bijak menghentikan penjelasannya sehingga membuat Maula penasaran.

“Lalu ki….?” Tanya Maula tidak sabar.

“Lalu ketika seseorang meninggal, maka ia akan dishalatkan, shalat jenazah namanya, Nak Mas perhatikan, ketika kita lahir, kita diadzani, kemudian ketika kita meninggal, kita dishalati, bukankah ini sebuah ‘nasehat’ yang sangat bagus untuk menggambarkan betapa singkatnya hidup ini, kehidupan kita didunia ini berkisar antara saat adzan dan waktu shalat tiba…….” Kata Ki Bijak melanjutkan.

“Subhanallah…., benar ki…., betapa singkatnya hidup ini…, waktu antara adzan dan waktu shalat itu tidak pernah lebih dari setengah jam ki…., paling-paling lima hingga sepuluh menitan…..” Kata Maula.

“Ya Nak Mas, waktu antara adzan hingga waktu shalat tiba hanya sekitar lima sampai sepuluh menitan, waktu yang sangat singkat……., pernah Nak Mas perhatikan apa yang dilakukan kebanyakan orang yang sedang menunggu datangnya waktu shalat setelah adzan berkumandang…?” Tanya Ki Bijak.

“Macam-macam ki…, ada yang melaksanakan shalat qobliyah, ada yang dzikir, tapi banyak pula yang bercanda, bersenda gurau, ledek-ledekan, bahkan ada yang tertawa-tawa dan ngobrol seperti dipasar……” Kata Maula.

“Apapun aktivitasnya, baik itu dia melaksanakan shalat sunnah, baik itu dia dzikir, baik itu dia bercanda, bersenda gurau,ledek-ledekan atau bahkan tertawa dan ngobrol, tapi saat shalat tiba, dia harus mengakhirinya setelah imam bertakbir….., Nak Mas tahu yang Aki maksud….?” Tanya Ki Bijak.

Maula diam sejenak, mencoba mencerna apa yang dimaksud gurunya, “Mungkin itu gambaran dalam kehidupan kita ya ki…., sejak kita dilahirkan, menjadi sesosok bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan kemudian menjadi tua, setiap orang melakukan berbagai aktivitas berbeda-beda dalam mengisi waktu hidupnya…,

“Ada yang menggunakan waktunya untuk mengabdi kepada Allah, beribadah, menunaikan rukun islam dengan baik dan benar, beramal shaleh dan lainnya….,

“Disisi lain, ada orang yang menggunakan masa hidupnya untuk berfoya-foya, bersenda gurau, bahkan tidak jarang yang menghabiskan waktu hidupnya untuk bermaksiat, baik itu bermaksiat kepada Allah, pun juga banyak orang yang menghabiskan masa hidupnya untuk bermaksiat kepada sesama manusia……., Bukan begitu ki…” Kata Maula.Ki Bijak mengangguk, “Lalu Nak Mas…?” Tanya Ki Bijak kemudian.“Lalu, terlepas dari apapun yang dilakukan oleh masing-masing manusia dalam mengisi kehidupannya, suatu saat nanti, saat dishalatkan itu akan tiba, saat kematian itu pasti datang kepada siapapun, dan ketika saat kematian itu datang, tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri atau menyesal, karena itu sudah terlambat…” Kata Maula.

“Tepat Nak Mas…., saat kita dishalatkan itu pasti datang, terlepas dari bagaimana kita ‘menunggu’ dan menghabiskan waktu kita dari kita diadzani hingga waktu kita dishalatkan itu tiba….., maka merugilah mereka yang menghabiskan waktu antara adzan dan waktu dishalatkan itu dengan bercanda, dengan bersenda gurau, dengan main-main, karena waktu tidak akan menunggu, sekali ia datang, maka tidak akan ada sesuatu pun yang akan menghalanginya….”

“Sebaliknya, ‘beruntunglah’ mereka yang menunggu saat-saat waktu dishalatkan itu tiba dengan ibadah, dengan berdzikir, dengan beramal shaleh, dan berbuat kebajikan, insya Allah kelompok ini termasuk golongan orang-orang yang akan berbahagia setelah waktu dishalatkannya, karena mereka akan mendapatkan kelapangan dialam kuburnya, dan insya Allah diakhirat pun mereka akan beroleh kebahagiaan, sebagai balasan atas kebajikan yang mereka lakukan semenjak adzan dikumandangkan hingga waktu dishalatkan tiba…..” Kata Ki Bijak lagi.

“Adzan hingga waktu shalat………, waktu yang sangat sekali….” Kata Maula setengah berguman.

“Ya Nak Mas…., nanum diantara singkatnya waktu tersebut, sesungguhnya waktu antara adzan dan iqomah dan kemudian shalat, itu adalah waktu mustajab untuk kita bermunajat kepada Allah, sebagaimana hadits dari Anas Bin Malik bahwa Rasulullah Saw bersabda,” Do’a tidak akan ditolak antara adzan dan iqomat” ( Sunan Abu Daud kitab sholat 1/144 No. 521, Sunan At Tirmizi bab Jamiud Da’awat 13/87, Sunan Al Baih kitab Sholat 1/410 )……”Kata Ki Bijak lagi.

“Artinya apa ki…?” Tanya Maula.

“Aki tidak bermaksud mentafsirkan hadits ini kalau Aki mengatakan bahwa ini juga sebuah tamsil bahwa kehidupan dunia yang singkat ini dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga bila kita pandai memanfaatkannya, dunia ini tempat kita berladang dan bercocok tanam ‘kebajikan’, yang jika kita pandai menjaga dan merawatnya, maka hasil panen kebajikan ini adalah sebuah bekal yang sangat berharga untuk kita hidup dialam keabadian nanti……,

“Mungkin masa hidup umat baginda Rasul ini tidak sepanjang umat-umat terdahulu, hanya berkisar antara 60 sampai 70 tahun saja, sangat singkat jika dibanding dengan umat Nabi Nuh yang mencapai 900 tahunan, tapi justru inilah yang membuat ‘perbedaan’ antara umat baginda Rasul dengan umat sebelumnya, bahwa dengan usia yang sangat singkat ini, umat Rasul diberi ‘fasilitas’ untuk memasuki surganya Allah terlebih dahulu…, dengan catatan itu tadi, fasilitas itu akan diberikan kepada mereka yang bisa menggunanakan waktu hidupnya dengan penuh kehati-hatian, penuh pengabdian kepada Allah swt dengan menjalankan semua perintahNya semampu yang kita bisa, dan meninggalkan laranganya dengan sungguh-sungguh dengan segenap kemampuan kita….., mulai dari kita diadzani, hingga kita dishalatkan…, insya Allah hidup yang singkat ini akan menjadi berharga bagi kehidupan kita sekarang, didunia, pun dan kehidupan kita diakhirta kelak…….” Kata Ki Bijak lagi.

Maula terdiam, merenungi singkatnya waktu antara adzan dan shalat, merenungi sudah berapa lama waktu yang ia habiskan semenjak ia lahir dan dikumandangkan adzan ditelinga kanannya……, sekarang entah berapa lama lagi waktu yang tersisa hingga waktu dishalatkan itu kan tiba….”

“Yaa Rabb……, berilah hamba kemampuan untuk dapat mensyukuri nikmat umur yang Engkau berikan ini, dengan semata mengabdi kepadaMu, dan ampuni jika ada waktu-waktu yang Engkau berikan, terbuang sia-sia karena kedhaian hamba…..” Maula bermunajat kepada Allah swt.

“Amiiin…….” Sambut Ki Bijak, membiarkan Maula tenggelam dalam dzikirnya.

Wassalam

Yang Penting Niat ? … Kebodohan Dalam Memahami Arti Niat

September 20, 2012 by vitha iezha

Akhir-akhir ini manusia bermudah-mudahan mengatakan, “Yang penting niat.” Atau ,”Niat kita kan baik.” Maka kemudian ditempuhlah segala cara, dihidupkanlah segala macam yang tidak disyari’atkan, dan ditempuhlah segala jalan yang tidak ada sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada nya. Semua atas nama baiknya niat. Cukupkah itu? Cukupkah segala sesuatu hanya dengan alasan baiknya niat? Sungguh tak ada satupun manusia di muka bumi ini yang mengaku punya niat buruk. Bukankah para penjahat juga jika ditanya kenapa ia melakukan kejahatan itu, niscaya mereka mengatakan bahwa niat mereka baik -untuk menafkahi anak dan isteri-.

Seandainya memang amalan yang buruk atau jahat itu bisa menjadi baik karena niat dan yang haram bisa menjadi halal (bukan dalam hal darurat) juga karena niat, maka apa bedanya ajaran yang suci ini (Islam) dengan Machiavellisme, sebuah falsafah -Tujuan Menghalalkan Cara- yang digagas oleh Nicollo Machiavelli 5 abad yang lalu?.

Maka hendaknya berhati-hati dalam mengatakan (“Yang penting niat.”) atau (“Niat kita kan baik.”). Boleh jadi yang mengucapkan mengira dia mengutip hadits yang mulia (dibawah ini) dan menganggap dirinya sedang mengagungkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, padahal tanpa ia sadari ia sedang mengutip filsafat hina dan sedang mengagungkan falsafah Machiavelli. (Na’uzubillah).

(Dari Amir l’Mu’minin Abi Hafsh Umar ibn Al Khaththaab Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu bergantung kepada niatnya. Dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA, maka hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikejarnya atau wanita yang hendak ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia (niatkan) hijrah kepada nya.” (HR: Bukhari-Muslim)

Hadits di atas begitu popular di kalangan kaum muslimin. Sering sekali kita mendengar ucapan: “Yang penting niat. Bukankah niat kita baik” Dan sangat boleh jadi pengucapnya hanya tahu sedikit atau sebagian dari kaedah ini. Mungkin dia mendengar hanya potongan dari hadits ini yang diucapkan seseorang, mungkin juga lengkap tetapi telah disimpangkan pengertiannya oleh orang yang ia dengar dari nya hadits ini. Akhirnya semakin jauhlah apa yang sering diucapkan kebanyakan kaum muslimin dengan maksud sesungguhnya dari hadits di atas, bahkan bertentangan sama sekali.

Sesungguhnya hadits ini sangat mulia dan keluar dari lisan manusia yang paling mulia. Oleh karena nya wajib bagi kita untuk mengetahui dan mempelajari nya, sebagaimana para ulama kita memberikan perhatiannya yang khusus terhadap hadits ini.

Beberapa komentar para ulama di bawah ini menunjukkan betapa agung dan pentingnya hadits ini di dalam Islam.

1. Imam Asy-Syafi’i, “Hadits Niat masuk di dalam tujuh puluh bab masalah-masalah fiqh.”

2. Imam Ahmad ibn Hanbal,”Pokok ajaran Islam terdapat pada tiga buah hadits. Hadits Umar (hadits yang kita bicarakan sekarang), Hadits Aisyah, dan Hadits Nu’man ibn Basyir.”

3. Imam Syaukaani,” Hadits Niat merupakan sepertiga ilmu (-di dalam Islam-).

4. Imam Ibn Rajab,”Hadits Niat merupakan timbangan bagi amalan bathin, sedangkan Hadits Aisyah (من أحدث….) merupakan timbangan bagi amalah dzahir.”

5. Imam Abu Sa’id Abdurrahman ibn Mahdi,” Siapa saja yang hendak menulis sebuah kitab, hendaknya ia membuka dan memulainya dengan membawakan hadits Niat.”

Demikianlah di antara beberapa ucapan para ulama berkaitan dengan hadits Niat yang menunjukkan betapa mereka memberikan perhatian khusus terhadap hadits ini. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan hadits ini sebagai perkara yang pertama dibahas di dalam tulisan mereka, yang antara lain dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap hadits ini, agar para pencari ilmu membenarkan dan meluruskan niat mereka ketika mereka hendak mempelajari agama ini (Islam), dan juga tentunya masih banyak lagi faedahnya. Mereka -yang memulai kitabnya dengan hadits ini- adalah Imam Al Bukhari (dalam Shahih-nya), Imam An-Nawawi (Riyadlush-Sholihin dan Al Arba’in-nya), Taqiyuddin Al Maqdisi (Umdatul Ahkam), dan Imam Asy-Syuyuthiy (Jami’ush-Shaghir)

Di antara faedah, fiqh, atau hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini -sebagaimana kita dapati dari keterangan para ulama- adalah:

1. Niat merupakan bagian dari Iman.

Niat merupakan amalan hati. Sedangkan ta’rif (difinisi) Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah : Diyakini di dalam hati, diucapkan melalui lisan, dan dibuktikan dengan anggota badan dan perbuatan….Oleh karena nya pula Imam Bukhari meletakkan hadits ini di dalam Kitab Al Iman. Bukankah ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala mencatat niat-niat baik kita dengan pahala yang sempurna meskipun amalan tersebut belum kita wujudkan, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai berikut (artinya) :

“Maka barangsiapa yang bercita-cita hendak mengerjakan kebaikan tetapi belum mengamalkannya, ALLAH mencatat -bagi orang tersebut- di sisi-NYA dengan kebaikan yang sempurna”    (Muttafqun alaih)

2. Wajib mengetahui hukum dari sebuah amalan sebelum mengerjakannya.

Setiap muslim wajib mengilmui sesuatu sebelum mengamalkannya. Apakah amalan tersebut disyari’atkan atau tidak, apakah itu wajib atau semata mustahab (disukai)? Dan telah masyhur bagi kita (kaum muslimin) sebuah kaedah yang berbunyi : (Ilmu sebelum berkata dan bertindak). Bahkan Imam Bukhari menulis demikian pada salah satu judul babnya. Dalilnya diambil dari Firman-ALLAH (artinya):

“Maka ilmuilah bahwasanya tak ada yang berhak diibadahi kecuali ALLAH dan istighfarlah atas dosamu”   (Muhammad:19)

Maka tidak layak bagi kita berkata, “Oh…jadi perbuatan saya itu salah, ya. Saya kan belum tahu hukumnya.” Terlebih lagi kalau itu perkara agama atau ibadah.

3. Disyaratkannya niat pada amalan-amalan keta’atan.

Amalan ta’at yang tidak disertai dengan niat tidaklah dikatakan keta’atan. Begitu pula kebaikan-kebaikan tidaklah menjadi ibadah jika tidak disertai niat untuk beribadah. Karena nya pertama-tama perlu kita mengetahui apa fungsi niat bagi amal.

Sesungguhnya niatlah yang membedakan sebuah amalan.   Pertama; dibedakannya amalan ibadah dengan kebiasaan atau yang bukan bersifat ibadah. Seseorang yang mandi keramas untuk kebersihan tak perlu berniat sebagaimana orang yang mandi keramas karena junub.     Ke-dua; dibedakannya antara ibadah yang sama satu sama lain. Jika kita dapati seseorang berpuasa di bulan Syawal, misalnya. Maka boleh jadi orang tersebut sedang membayar hutang puasanya, boleh jadi ia sedang puasa Syawal, atau boleh jadi ia sedang puasa sunnat lainnya. Yang membedakan dan menentukan untuk apa amalan tersebut adalah niatnya.    Ke-tiga; dibedakannya maksud dan tujuan sebuah amalan. Seseorang mengerjakan keta’atan bahkan perbuatan yang bersifat ibadah. Maka apakah perbuatan tersebut diniatkan untuk mendapatkan keridloan ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala atau mengharapkan selain dari itu ditentukan oleh niatnya.

4. Pentingnya ikhlas di dalam beramal.

Ada sebagian ulama yang menafsirkan ma’na Niat ini dengan Ikhlas. Yang demikian juga benar, karena artinya: Sesungguhnya amalan-amalan itu bergantung kepada keikhlasan pelakunya. Sebuah amal -betapapun baik atau bermanfa’atnya itu- jika tidak dilandasi keikhlasan tidak akan diterima oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala.

“Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar beribadah kepada ALLAH dengan mengikhlaskan agama ini semata-mata bagi NYA…”   (Al Bayyinah: 5)

Sungguh ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala tidak membutuhkan keringat atau harta kita. Dan mengikhlaskan amalan semata-mata karena ALLAH merupakan wujud mentauhidkan ALLAH. Artinya, ikhlas juga merupakan sebuah tuntutan dan konsekuensi dari diciptakannya kita oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala.

Sayangnya, masih banyak orang yang salah mengerti tentang ma’na ikhlas. Menurut mereka, ikhlas itu artinya tidak menuntut apa-apa dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala. Bahkan mereka beranggapan bahwa, barangsiapa beribadah untuk mengharapkan surga maka itu ibadahnya pedagang. Dan barangsiapa beribadah karena takut akan neraka maka itu ibadahnya budak. Ada lagi yang berkata, “Hendaknya kita malu untuk meminta-minta kepada ALLAH, karena IA telah banyak memberikan segala sesuatu kepada kita.   Apalagi, ALLAH Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan tanpa harus kita meminta.”   Ada lagi yang lebih lancang -semoga ALLAH memberi nya hidayah- dengan memperumpamakan ikhlas itu keadaannya seperti kita buang air besar, di mana kita tidak memperdulikan apa yang keluar dari perut kita dan bahkan kita merasa lega setelah membuang nya.

Alangkah berbahayanya ucapan ini dan alangkah buruknya perumpamaan yang mereka berikan.

Pertama; mereka telah mendustakan janji-janji dan ancaman-ancaman ALLAH. Lantas buat apa ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala menjanjikan kita sorga dan menakut-nakuti kita dengan neraka, jika ibadah kita bukan karena itu ?

Ke-dua: mereka menantang kemurkaan ALLAH dan menolak keridloan-NYA. Dan jika orang tersebut tidak bertobat dari keyakinannya, sangat boleh jadi ia tak akan masuk sorga karena memang ia tak mengharapkannya, dan ia akan dimasukkan ke neraka karena mengatakan tidak takutnya kepada neraka. ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala menggambarkan ikhlas dengan perumpamaan yang baik, sedang mereka menggambarkannya dengan perumpamaan yang buruk.

Ke-tiga: menyelisihi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan merasa lebih baik dari beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Bukankah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saja berdo’a ,” Ya, ALLAH. Aku mengharapkan ridlo-MU dan Surga. Dan aku berlindung dari murka-MU dan Neraka.”

Ke-empat; melecehkan perintah ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala. Bukankah ALLAH Subhanahu Wa Ta’aala telah memerintahkan hamba-NYA agar berdo’a:

“Dan berkata Rabb kalian: “Berdo’alah kalian kepada KU, niscaya KU penuhi untuk kalian…” (Al Mu’min: 60)

Hendaknya kita senantiasa memperhatikan gerak hati kita, karena keikhlasan kita senantiasa diuji. Pertama; sebelum beramal, yakni berupa niat. Kepada siapa dan karena apa kita niatkan amalan kita ? Ke-dua; ketika tengah beramal. Boleh jadi amalan yang semula lhklas terganggu disebabkan ada kejadian-kejadian khusus dan tak terduga. Sebagai contoh, kita marah ketika ucapan salam kita tidak dijawab, atau sedekah kita ditolak mentah-mentah, atau kita tambah bersemangat ketika tahu amalan kita ada yang memperhatikan. Ke-tiga; ketika amal telah berlalu. Tanpa sadar setelah mungkin bertahun-tahun kita sembunyikan, tiba-tiba dalam sebuah obrolan kita bangkit-bangkitkan jasa kita dahulu.

5. Baik buruknya amal bergantung kepada niat pelakunya.

Sebuah amal kebaikan akan menjadi ibadah yang diterima manakala diniatkan dengan niat yang baik, berupa keikhlasan, Dan akan menjadi buruk manakala diniatkan dengan niat buruk, berupa ksyirikan -baik kecil apalagi besar-. Akan tetapi seseorang tidak boleh menghalalkan yang haram semata-mata dengan alasan baiknya niat. Dan berangkat dari perkara inilah sesungguhnya judul tulisan di atas dibuat.

Di dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memberikan pembatasan pada kata Amal, di mana yang dimaksudkan adalah amalan-amalan keta’atan. Apalagi kemudian beliau tegaskan dengan contoh Hijrah. Maka tidak boleh kita meng-qiyas-kan amalan yang baik ini dengan amalan yang buruk, seperti mencuri misalnya.

Namun akhir-akhir ini manusia bermudah-mudahan mengatakan, “Yang penting niat.” Atau ,”Niat kita khan baik.” Maka kemudian ditempuhlah segala cara, dihidupkanlah segala macam yang tidak disyari’atkan, dan ditempuhlah segala jalan yang tidak ada sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada nya. Semua atas nama baiknya niat. Cukupkah itu? Cukupkah segala sesuatu hanya dengan alasan baiknya niat? Sungguh tak ada satupun manusia di muka bumi ini yang mengaku punya niat buruk. Bukankah para penjahat juga jika ditanya kenapa ia melakukan kejahatan itu, niscaya mereka mengatakan bahwa niat mereka baik -untuk menafkahi anak dan isteri-.

Seandainya memang amalan yang buruk atau jahat itu bisa menjadi baik karena niat dan yang haram bisa menjadi halal (bukan dalam hal darurat) juga karena niat, maka apa bedanya ajaran yang suci ini (Islam) dengan Machiavalisme, sebuah falsafah -Tujuan Menghalalkan Cara- yang digagas oleh si kafir Nicolo Machiavale ?.

Maka hendaknya berhati-hati dalam mengatakan (“Yang penting niat.”) atau (“Niat kita khan baik.”). Boleh jadi yang mengucapkan mengira dia mengutip hadits yang mulia dan menganggap dirinya sedang mengagungkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, padahal tanpa ia sadari ia sedang mengutip filsafat hina dan sedang mengagungkan si kafir tadi. (Na’uzubillah).

Penutup

Masih banyak faedah, fiqh, atau hikmah yang dapat kita petik selain yang telah disebutkan di atas seperti, keutamaan hijrah, balasan sesuai amalan, atau syarat diterimanya ibadah. Namun kami cukupkan pembahasan di dalam perkara yang berkaitan langsung dengan judul di atas dan dengan permasalahan yang hendak kami bahas.

Dengan melihat bagaimana para ulama berkomentar tentang hadits ini, tidak sedikitnya kitab-kitab yang diawali dengan hadits ini -bahkan itu semua adalah kitab-kitab yang terkenal-, dan begitu banyaknya ulama belakangan yang menguraikan nya, cukuplah ketidakhafalan dan ketidakpahaman kita akan hadits ini sebagai bukti ketidakseriusan kita dalam beragama.

Sumber :

Buletin Jum’at Risalah Tauhid Edisi 32

Dikutip dari situs Ahlussunnah Jakarta

http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=705

YANG PENTING NIAT! CUKUPKAH ITU?,  Penulis: Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin

Qalbu Mengeras Karena Jauh Dari Allah

September 11, 2012 by vitha iezha

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)

Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.

Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.

Barangsiapa hendak mensucikan qalbunya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.

Karena qalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala, sekadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.

Banyak orang menyibukkan qalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak ini, dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika qalbu disuapi dengan berdzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.

Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya.

Adapun mereka yang membunuh qalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya.

Rapuhnya qalbu adalah karena lalai dan merasa aman, sedang makmurnya dan dzikir. Maka qalbu karena takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala  jika sebuah qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.

Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adalah angin semilir yang menerpa qalbu, membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapapun yang menempatkan qalbunya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan qalbunya di antara manusia, ia akan semakin gundah gulana.

Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam qalbu yang mencintai dunia kecuali seperti masuknya unta ke lubang jarum (sesuatu yang sangat mustahil).

Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Lisannya senantiasa basah dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.

Qalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani, dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat. Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berdzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, cinta, tawakkal, bertaubat dan berkhidmat untuk-Nya.

(diterjemahkan dan diringkas dari kitab Al-Fawaid karya Ibnul Qayyim rahimahullah hal 111-112)

(kebunhidayah.wordpress.com)